Seskab Klaim 43 Ribu Anak Kembali Sekolah Lewat Sekolah Rakyat

Sekretaris Kabinet (Seskab) menyebut program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah membawa lebih dari 43 ribu anak kembali mendapatkan akses pendidikan. Mereka disebut berasal dari kelompok masyarakat kurang mampu, termasuk anak-anak yang sebelumnya putus sekolah maupun hidup di jalanan.

Hingga Agustus 2026, pemerintah menyebut sebanyak 165 Sekolah Rakyat telah dibentuk melalui Kementerian Sosial. Selain memanfaatkan gedung rintisan yang tersedia, pemerintah juga tengah menyiapkan 100 gedung baru di berbagai kabupaten dan kota.

Sekolah Rakyat dirancang tidak hanya menyediakan pendidikan gratis. Para siswa juga mendapatkan fasilitas pendukung seperti asrama, makanan bergizi hingga layanan kesehatan tanpa dipungut biaya.

Menurut Seskab, Presiden Prabowo menginginkan anak-anak yang membutuhkan dapat segera memperoleh pendidikan tanpa harus menunggu seluruh pembangunan fasilitas permanen selesai.

“Anak-anak sekolah tidak boleh terlambat, harus segera. Maka dari itu, kita manfaatkan gedung rintisan sembari pembangunan fasilitas permanen diselesaikan. Intinya, Bapak Presiden menginginkan agar mereka segera mendapatkan pendidikan, ilmu, dan tempat yang layak secepat mungkin,” ujarnya.

Pemerintah juga menyebut sejumlah siswa Sekolah Rakyat mulai menunjukkan prestasi dalam berbagai kompetisi. Beberapa di antaranya disebut berhasil menorehkan prestasi dalam kompetisi tingkat nasional, termasuk bidang matematika, biologi, dan sejarah.

Capaian tersebut dinilai menunjukkan anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang apabila memperoleh akses pendidikan dan fasilitas pendukung yang memadai.

Selain kemampuan akademik, pemerintah berharap pendidikan di Sekolah Rakyat dapat membentuk karakter para siswa.

“InsyaAllah, di sini akan lahir generasi yang tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga memiliki adab dan budi pekerti yang luhur,” kata Seskab.

Pemerintah masih terus mengembangkan program tersebut melalui pembangunan fasilitas permanen di berbagai daerah. Sekolah Rakyat diharapkan menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk memperluas akses pendidikan sekaligus membantu memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top