Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pengalaman menarik saat menghadiri pertemuan internasional bersama Bank Dunia (World Bank) dan International Monetary Fund (IMF) pada April 2026. Di hadapan para pejabat lembaga keuangan dunia tersebut, Purbaya mengaku sempat menyebut dirinya sebagai “menteri paling kurang beruntung di dunia”.
Pernyataan itu disampaikan Purbaya saat menjadi pembicara dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Selasa (4/8/2026).
“I told them that I’m the most unlucky minister in the world,” ujar Purbaya.
Menurutnya, sejak menjabat sebagai Menteri Keuangan, ia langsung dihadapkan pada berbagai tantangan berat. Mulai dari gelombang demonstrasi besar di dalam negeri hingga sentimen negatif yang datang dari sejumlah lembaga pemeringkat internasional. Setelah berbagai persoalan tersebut mulai mereda, tantangan baru kembali muncul dari kondisi geopolitik global, termasuk pecahnya konflik Iran yang memicu ketidakpastian ekonomi dunia.
Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa fondasi ekonomi Indonesia tetap berada dalam kondisi yang kuat. Ia menyebut koordinasi antara kebijakan fiskal pemerintah dan kebijakan moneter mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global yang terus meningkat.
Purbaya juga menyoroti capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap bertahan di kisaran 5 persen meskipun dunia sedang menghadapi ketidakpastian politik dan ekonomi yang tinggi. Menurutnya, pencapaian tersebut layak diapresiasi karena menunjukkan daya tahan ekonomi nasional yang tetap terjaga.
Ia mengakui masih ada kritik dari sejumlah ekonom internasional terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Namun, menurut Purbaya, kinerja yang mampu dipertahankan di tengah berbagai tekanan global menjadi bukti bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap solid dan mampu menghadapi berbagai tantangan yang muncul.


