Video Konsumen Marah Ditegur Minum di LRT Jadi Sorotan, Memangnya Aturannya Apa?

Sebuah video yang memperlihatkan seorang konsumen marah setelah ditegur petugas karena minum di dalam LRT menjadi sorotan di media sosial. Peristiwa tersebut kemudian memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: memangnya minum di dalam LRT tidak diperbolehkan?

Jawabannya, ada aturan yang melarang penumpang makan dan minum di dalam perjalanan LRT. Teguran yang diberikan petugas bukan merupakan aturan yang dibuat secara spontan oleh petugas di lapangan, melainkan bagian dari ketentuan penggunaan layanan transportasi publik.

Larangan tersebut bukan semata-mata soal minum. Ada sejumlah alasan di baliknya, mulai dari menjaga kebersihan hingga kenyamanan dan keamanan penumpang.

Minuman yang tumpah, misalnya, dapat membuat lantai menjadi licin dan berpotensi menyebabkan penumpang terpeleset. Sementara makanan atau minuman tertentu juga dapat meninggalkan sampah, menimbulkan bau, atau mengganggu penumpang lain dalam ruang kereta yang relatif tertutup.

Namun, aturan tersebut bukan berarti kebutuhan penumpang untuk minum sama sekali tidak diperhatikan.

Pada kondisi tertentu, operator dapat memberikan kebijakan khusus. Saat Ramadan 2026, misalnya, penumpang LRT Jabodebek diperbolehkan berbuka dengan makanan dan minuman ringan seperti kurma, roti, dan air minum pada waktu tertentu. Namun, makanan berat dan makanan dengan bau menyengat tetap tidak diperbolehkan.

Menariknya, aturan serupa juga ditemukan di berbagai negara, meskipun penerapannya berbeda.

Di Singapura, larangan makan dan minum di sistem MRT bahkan diatur secara resmi. Konsumsi makanan dan minuman di area perkeretaapian dilarang dan pelanggaran dapat dikenai denda hingga SGD500.

Sementara di Korea Selatan, situasinya berbeda. Makan dan minum di dalam subway tidak secara umum dilarang seperti di Singapura. Namun, terdapat norma sosial yang kuat agar penumpang tidak mengonsumsi makanan yang berbau menyengat atau berpotensi mengganggu orang lain.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa setiap negara memiliki pendekatan masing-masing. Ada yang mengandalkan aturan formal dan sanksi, ada pula yang lebih banyak mengandalkan etika penggunaan transportasi publik.

Di Indonesia sendiri, aturan juga dapat memiliki pengecualian dalam situasi tertentu. Di MRT Jakarta, misalnya, terdapat ketentuan khusus terkait berbuka puasa dengan kurma dan air mineral selama Ramadan.

Sebab, transportasi publik adalah fasilitas yang digunakan bersama. Aturan mengenai makan dan minum pada dasarnya dibuat untuk memastikan kenyamanan satu penumpang tidak mengurangi kenyamanan penumpang lainnya.

Jadi, sebelum marah ketika ditegur petugas, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu aturan yang berlaku.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top