Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mulai menerapkan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar di seluruh SPBU pada 13–20 September 2026. Kebijakan ini diterapkan untuk mengurai antrean kendaraan sekaligus mengurangi kepadatan di sekitar SPBU.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Trantibum Satpol PP Sulsel Fahlevi Yusuf mengatakan penerapan hari pertama di SPBU Racing Center, Makassar, membuat antrean relatif terkendali.
“Hari ini di SPBU Racing Center, kita telah menerapkan sistem ganjil-genap pada seluruh masyarakat yang isi BBM. Sampai saat ini cukup longgar,” kata Fahlevi, Minggu.
Menurutnya, sejak pukul 08.00 hingga 18.00 WITA, antrean kendaraan tidak terlihat mengular hingga ke badan jalan. Masyarakat juga dinilai cukup tertib mengikuti ketentuan, sementara petugas berada di lokasi untuk memberikan arahan.
“Sangat jelas dampak perbedaannya, antrean itu bahkan sudah tidak antre di jalan, di dalam SPBU saja cuma setengah,” ujarnya.
Sejumlah warga mengaku mengetahui aturan tersebut melalui pemberitaan media dan media sosial. Salah satunya Jabar, yang menyebut dirinya menghabiskan waktu sekitar 30 menit untuk mengantre. Menurutnya, antrean pada hari pertama lebih pendek dibandingkan hari-hari sebelumnya.
“Kalau hari-hari sebelumnya kan antrenya lebih panjang. Ya tidak apa-apa hari ini ganjil, besok yang genapnya. Semoga tidak lama, tidak lewat seminggu sudah normal,” kata Jabar.
Pengguna sepeda motor Andi Muhammad Fikri Rafi’i juga menilai sistem tersebut menjadi salah satu pilihan untuk mengatasi antrean yang sebelumnya membludak.
“Opsi ini bagus untuk mengatasi persoalan kemarin yang antreannya membludak,” ujarnya.
Dalam pemantauan di SPBU Pertamina Racing Center, Kepala BPH Migas Wahyudi Anas turut melihat langsung penerapan sistem tersebut.
Pemerintah berharap pengaturan ini dapat menjaga antrean tetap terkendali selama masa penerapan. Petugas juga terus memberikan arahan agar masyarakat mengikuti ketentuan yang berlaku.


