Erupsi Gunung Anak Krakatau Khawatir Sebabkan Tsunami? Ini Tanggapan Badan Geologi

Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung menerus sejak awal September 2026 memunculkan kekhawatiran masyarakat, salah satunya mengenai potensi tsunami seperti yang terjadi pada 22 Desember 2018.

Menanggapi hal tersebut, Badan Geologi memberikan klarifikasi dalam konferensi pers pada Minggu (6/9). Berdasarkan hasil pemantauan terkini, erupsi yang sedang berlangsung tidak secara otomatis memicu tsunami.

Badan Geologi menjelaskan, tsunami Selat Sunda pada 2018 terjadi akibat keruntuhan sebagian tubuh Gunung Anak Krakatau dalam volume besar ke laut. Kondisi tersebut dinilai berbeda dengan morfologi Gunung Anak Krakatau saat ini.

Berdasarkan pemetaan terbaru, tubuh gunung yang kembali terbentuk setelah erupsi 22 Desember 2018 masih relatif kecil dan dinilai belum berada dalam kondisi yang berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala besar.

“Berdasarkan hasil evaluasi hingga saat ini, pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali pasca-erupsi 22 Desember 2018 ini masih relatif kecil dan tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami,” tegas juru bicara Badan Geologi.

Meski demikian, Badan Geologi tetap melakukan pemantauan secara intensif. Perkembangan aktivitas vulkanik dan perubahan morfologi kawah terus diamati menggunakan data multi-parameter untuk mendeteksi kemungkinan perubahan pada sistem gunung api sedini mungkin.

Masyarakat juga diminta tidak panik maupun terpancing informasi yang tidak bertanggung jawab. Warga di sekitar wilayah terdampak diimbau mengikuti perkembangan dan arahan resmi pemerintah, termasuk ketentuan mengenai zona bahaya.

Dengan kondisi pemantauan saat ini, Badan Geologi menyatakan aktivitas erupsi Anak Krakatau tidak serta-merta berarti tsunami akan terjadi. Meski begitu, pemantauan tetap dilakukan karena kondisi gunung api dapat berubah dan memerlukan evaluasi secara berkala.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top