Ekonomi, Kesehatan, Nasional

Kepala BGN Akui Gemas, Bantah MBG Ganggu Anggaran Program Lain

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perbincangan publik setelah muncul anggapan di media sosial bahwa program tersebut menghabiskan anggaran negara hingga menghambat berbagai program pemerintah lainnya. Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak benar.

Sudaryono mengaku merasa prihatin melihat berbagai komentar yang menyudutkan program MBG seolah menjadi penyebab terhambatnya pembangunan di sektor lain.

“Saya gemas juga melihat komentar di media sosial seolah-olah MBG ini menghabiskan anggaran negara. Terus seolah-olah ini kurang, itu kurang. Padahal, program-program lain tetap dikerjakan,” ujar Sudaryono, Sabtu (1/8/2026).

Menurutnya, berbagai program pemerintah tetap berjalan secara bersamaan meskipun MBG membutuhkan anggaran yang besar. Ia mencontohkan sektor pertanian yang tetap mendapatkan dukungan pemerintah melalui penyediaan pupuk dan berbagai kebijakan lainnya.

“Sudah ada anggaran yang dipakai untuk MBG, kemudian pupuk dicukupi, harganya didiskon. Dulu tidak ada MBG, banyak jaringan irigasi yang rusak. Sekarang ada MBG, tetap ada revitalisasi irigasi,” katanya.

Sudaryono juga menyinggung kondisi sekolah yang masih membutuhkan perbaikan. Ia menilai kerusakan sekolah bukanlah persoalan yang muncul akibat adanya program MBG, melainkan telah terjadi jauh sebelumnya.

“Yang sekolah rusak itu dulu ke mana? Dulu tidak ada MBG, mestinya sekolah sudah bagus semua. Kan tidak. Sekarang ada MBG, sekolahnya juga diperbaiki pemerintah,” ujarnya.

Selain pembangunan infrastruktur pendidikan, pemerintah juga disebut tetap memberikan perhatian terhadap kesejahteraan guru, termasuk peningkatan pendapatan guru honorer.

Sudaryono mengakui bahwa MBG memang memerlukan anggaran yang besar. Pemerintah menargetkan anggaran program tersebut mencapai sekitar Rp268 triliun pada tahun ini. Namun, ia menegaskan besarnya anggaran itu tidak berarti pemerintah menghentikan program lain.

“MBG memang mengambil dana yang tidak kecil. Rencana tahun ini sekitar Rp268 triliun. Tetapi, yang lain-lain juga dikerjakan,” tegasnya.

Ia mengajak masyarakat melihat kebijakan pemerintah secara menyeluruh dan tidak menyimpulkan bahwa setiap persoalan pembangunan terjadi karena adanya program MBG.

Menurut Anda, apakah pemerintah sudah cukup terbuka menjelaskan penggunaan anggaran MBG kepada masyarakat sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman?

Promo Shopee