Penutupan Bandara Imbas Erupsi Terus Diperpanjang Sampai Kapan? Menhub Dudy Beri Penjelasan

Penutupan sejumlah bandara terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali diperpanjang. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan belum dapat memastikan kapan bandara-bandara tersebut bisa kembali beroperasi karena kondisi cuaca dan sebaran abu masih sangat dinamis.

Demi keselamatan penerbangan, penutupan delapan bandara terus diperpanjang. Untuk Bandara Soekarno-Hatta, penutupan berlaku hingga pukul 08.59 WIB sesuai NOTAM yang diterbitkan.

Selain Soekarno-Hatta, bandara yang terdampak meliputi Halim Perdanakusuma Jakarta, Radin Inten II Lampung, Husein Sastranegara Bandung, Budiarto Curug, Pondok Cabe, Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, serta Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan.

“Keselamatan menjadi prioritas kita. Kami melihat situasi terakhir berdasarkan informasi yang diberikan BMKG. Jadi kami belum bisa memastikan kapan akan berakhir karena cuaca terlalu dinamis,” ujar Dudy di Jakarta, Minggu malam (6/9).

Menurutnya, arah angin pada setiap lapisan ketinggian dapat berubah dengan cepat. Kondisi tersebut membuat pemerintah harus terus memantau pergerakan abu vulkanik sebelum menentukan pembukaan kembali bandara.

Kementerian Perhubungan juga melakukan paper test setiap 30 menit di seluruh bandara terdampak. Pengujian tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah sebaran abu semakin meluas atau justru mulai berkurang.

Jika kondisi telah dinyatakan aman dan bandara kembali dibuka, pesawat yang akan beroperasi tidak langsung diperbolehkan terbang. Maskapai harus terlebih dahulu melakukan pemeriksaan untuk memastikan tidak terdapat abu atau debu vulkanik yang masuk dan mengganggu mesin pesawat.

“Kalau misalnya (bandara) sudah buka, mereka harus melakukan pemeriksaan dulu sebelum beroperasi untuk memastikan tidak ada debu di mesin,” kata Dudy.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah belum menetapkan waktu pasti pembukaan kembali seluruh bandara. Keputusan akan bergantung pada perkembangan sebaran abu, kondisi cuaca, serta hasil pemeriksaan keselamatan penerbangan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top