Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Kesehatan, BPBD: Masker Saja Tak Cukup

Abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah Lampung. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Analis Bencana BPBD Lampung, Wahyu Hidayat, mengingatkan abu vulkanik memiliki karakteristik berbeda dengan debu biasa dan dapat berdampak pada kesehatan, termasuk mata dan kulit.

“Abu vulkanik ini patut kita waspadai. Kurangi aktivitas di luar ruangan. Kita pakai masker saja bisa terpapar mata, mata kita bisa bengkak, bisa alergi kulit sampai gatal-gatal hebat,” kata Wahyu.

Wahyu mengaku telah menemukan dua kasus warga mengalami mata bengkak akibat paparan abu vulkanik. Menurutnya, paparan abu juga dapat memicu reaksi pada kulit, seperti kemerahan hingga rasa gatal.

“Saya sudah menemukan dua kasus mata bengkak karena abu vulkanik. Matanya seperti digigit tawon,” ujarnya.

Ia secara khusus meminta masyarakat tidak membawa bayi dan balita keluar rumah selama kondisi abu vulkanik masih berisiko. Imbauan ini juga berkaitan dengan aktivitas warga di ruang terbuka, termasuk kegiatan car free day (CFD).

“Jangan bawa bayi dan balita keluar rumah. Saya khawatir sekali ini orang masih malam mingguan, besok masih CFD,” tegasnya.

Bagi masyarakat yang terpaksa harus keluar rumah, Wahyu menyebut penggunaan masker saja belum cukup. Ia menyarankan perlindungan tambahan seperti penutup kepala dan pakaian yang dapat melindungi kulit.

“Pakai masker saja enggak cukup, harusnya pakai APD, karena berbahaya untuk kulit. Kita keluar rumah harus pakai topi,” jelasnya.

Jika paparan abu vulkanik tidak menurun, BPBD Lampung juga telah menyampaikan kepada pimpinan agar mempertimbangkan penerapan work from home (WFH) bagi pekerja maupun pelajar.

BPBD meminta masyarakat tetap waspada dan sebisa mungkin mengurangi aktivitas di luar ruangan hingga kondisi kembali aman.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top