Aksi simbolis Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah pemimpin dunia dalam menyiram bibit pohon di sela KTT BRICS menjadi sorotan publik. Perhatian tersebut muncul di tengah persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, Prabowo bersama sejumlah pemimpin negara melakukan penyiraman bibit pohon sebagai bagian dari pesan mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Namun, momen itu kemudian dibandingkan sejumlah warganet dengan kondisi Indonesia yang masih menghadapi karhutla. Salah satu unggahan yang ramai dibahas berasal dari akun Threads @arfzulfikar.
Ia menilai terdapat ironi antara aksi simbolis menjaga kelestarian alam di forum internasional dengan kondisi karhutla yang masih terjadi di Indonesia.
“Di KTT Brics Prabowo menyiram bibit pohon simbolis menjaga kelestarian alam. But ironically, di negara sendiri dia tidak menjaga alam, Indonesia masih terbakar sampai hari ini tapi dia seakan menyepelekannya,” tulisnya.
View on Threads
Unggahan tersebut kemudian memicu perbincangan mengenai komitmen terhadap lingkungan dan penanganan karhutla di Indonesia. Kritik warganet tidak hanya menyoroti kegiatan simbolis tersebut, tetapi juga mempertanyakan bagaimana komitmen menjaga lingkungan diwujudkan melalui kebijakan dan langkah nyata di dalam negeri.
Karhutla menjadi persoalan serius karena dampaknya dapat meluas, mulai dari kualitas udara, kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, hingga kerusakan ekosistem dan habitat satwa.
Meski demikian, sorotan terhadap aksi Prabowo di BRICS merupakan pandangan dan interpretasi publik. Kegiatan penyiraman bibit pohon tersebut merupakan bagian dari agenda simbolis dalam forum internasional, sementara penanganan karhutla merupakan persoalan tersendiri yang membutuhkan kebijakan dan tindakan di lapangan.
Perdebatan ini pada akhirnya menunjukkan bahwa sebagian masyarakat menginginkan komitmen terhadap kelestarian lingkungan tidak hanya ditampilkan melalui kegiatan simbolis, tetapi juga diwujudkan melalui langkah nyata dalam mencegah dan menangani karhutla di Indonesia.


