Anak Krakatau Kembali Erupsi Pagi Ini, Abu Vulkanik Bergerak Menjauhi Indonesia

Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Selasa (8/9/2026). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat dua kali erupsi pada pagi hari dengan durasi masing-masing 15 detik dan 10 detik.

Erupsi pertama terjadi pada pukul 05.08 WIB. Berdasarkan laporan PVMBG, visual letusan tidak teramati. Aktivitas tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 47 mm dan berlangsung selama 15 detik.

Erupsi kembali terjadi pada pukul 05.34 WIB. Kali ini, tinggi kolom erupsi juga tidak teramati. Aktivitas vulkanik tersebut tercatat dengan amplitudo maksimum 44 mm dan berlangsung selama 10 detik.

Dengan dua kejadian tersebut, Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas erupsi pada pagi hari setelah sebelumnya beberapa kali mengalami erupsi dalam beberapa hari terakhir.

PVMBG mengimbau masyarakat tidak mendekati Gunung Anak Krakatau. Warga juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan perkembangan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan analisis pada Selasa (8/9) pukul 04.00 WIB, sebaran abu diprakirakan bergerak menjauhi wilayah Indonesia.

Informasi tersebut mengacu pada data PVMBG, VAAC Darwin, serta analisis citra RGB Himawari-9. Sebaran debu vulkanik dari permukaan hingga ketinggian sekitar 6.000 kaki atau 1,8 kilometer teridentifikasi bergerak ke arah selatan-barat daya.

Sebaran tersebut terpantau menuju kawasan Samudera Hindia di barat laut Banten. BMKG juga menyebut abu vulkanik pada kondisi terkini bergerak menjauhi puncak Gunung Anak Krakatau.

Meski sebaran abu diprakirakan menjauhi wilayah Indonesia, masyarakat tetap diminta mengikuti informasi dan imbauan resmi dari PVMBG serta BMKG, terutama terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau dan potensi dampaknya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top