Bobon Santoso Tawarkan Rp1 Miliar untuk Pembebasan 9 Sandera OPM di Mimika

Chef sekaligus kreator konten Bobon Santoso menawarkan Rp1 miliar dari uang pribadinya untuk membantu pembebasan sembilan warga sipil yang disebut disandera di wilayah Mimika, Papua Tengah.

Tawaran tersebut disampaikan Bobon melalui video yang diunggah pada 4 September 2026. Ia menyebut penyanderaan terjadi pada 18 Agustus 2026 sekitar pukul 13.00 WIT, dengan mayoritas korban disebut merupakan perempuan dan anak-anak.

Bobon menyebut kelompok yang diduga bertanggung jawab dipimpin oleh Prisko Lokbere. Salah satu korban bahkan disebut merupakan remaja perempuan berusia 17 tahun yang sedang hamil muda.

Dalam pernyataannya, Bobon menegaskan bahwa tawaran tersebut merupakan inisiatif pribadi atas dasar kemanusiaan dan tidak berkaitan dengan kepentingan politik, ideologi, maupun teritorial.

“Situasi ini merupakan krisis kemanusiaan dan berpotensi menjadi pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip hukum humaniter internasional,” ujar Bobon.

Ia juga meminta agar masyarakat sipil, khususnya anak-anak, tidak dilibatkan dalam konflik bersenjata.

Bobon menampilkan identitas korban berdasarkan inisial dan usia. Di antaranya NW, 17 tahun, yang disebut hamil muda; AM, kelas 6 SD; NA, kelas 4 SD; OM, kelas 3 SD; US, 18 tahun; MN, 15 tahun; EO, 18 tahun; dan ML, 3 tahun. Ia meminta seluruh korban dikembalikan dalam kondisi selamat.

Uang tunai Rp1 miliar turut diperlihatkan dalam video sebagai bukti keseriusan tawarannya. Bobon juga membuka komunikasi bagi pihak yang dapat membantu proses negosiasi dan meminta kelompok yang disebutnya OPM menghubungi nomor yang ia cantumkan.

Pernyataan tersebut kemudian mendapat beragam respons dari warganet. Sebagian mengapresiasi langkah Bobon, sementara lainnya mempertanyakan belum adanya keterangan resmi pemerintah mengenai dugaan penyanderaan tersebut.

Hingga informasi ini disampaikan, belum ada konfirmasi resmi dari aparat keamanan maupun pihak yang disebut sebagai OPM mengenai kebenaran dugaan penyanderaan ataupun tawaran tebusan Rp1 miliar tersebut.

Bobon berharap tawaran tersebut dapat menjadi jalan untuk menyelamatkan para korban, terutama anak-anak yang disebut berada dalam situasi konflik.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top