Deretan Menteri Prabowo Berkinerja Terbaik Versi IPO, Bahlil Posisi Tiga

Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) mengungkap sejumlah menteri dan pejabat Kabinet Merah Putih yang dipersepsikan publik memiliki kinerja terbaik. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menempati posisi teratas dengan angka 42,8 persen, sementara Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengamankan posisi ketiga.

Berdasarkan hasil survei tersebut, Purbaya berada di peringkat pertama dengan 42,8 persen. Posisi kedua ditempati Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dengan 33,5 persen, disusul Bahlil dengan 32,0 persen.

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengatakan penilaian terhadap kinerja tersebut memiliki hubungan dengan tingkat popularitas masing-masing pejabat.

“Persepsi publik terhadap menteri yang dianggap bekerja dengan baik, ini linier dengan popularitas. Menteri Purbaya menempati posisi teratas, kemudian Seskab Teddy Indra Wijaya pada posisi kedua. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ketiga,” ujar Dedi, Sabtu (8/8/2026).

Setelah tiga nama tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memperoleh 30,9 persen, disusul Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan 26,5 persen dan Menko Bidang Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono 25,3 persen.

Berikutnya terdapat Menteri Kebudayaan Fadli Zon 21,4 persen, Menteri Luar Negeri Sugiono 20,8 persen, Menteri Agama Nasaruddin Umar 11 persen, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian 10,5 persen, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid 6,1 persen, serta Menko Perekonomian Airlangga Hartarto 3 persen.

Dari sisi popularitas, Purbaya juga berada di posisi teratas. Sebanyak 43,5 persen responden mengaku mengenal atau mengetahui Purbaya. Teddy berada di posisi kedua dengan 41 persen, kemudian Bahlil 32,8 persen, AHY 30,4 persen, dan Zulkifli Hasan 26,1 persen.

IPO juga menanyakan persepsi responden mengenai menteri yang dinilai berkinerja buruk. Menteri HAM Natalius Pigai memperoleh angka 51,8 persen dan Menteri PU Dody Hanggodo 48,5 persen.

Dedi menilai persepsi masyarakat terhadap para pejabat pemerintah bersifat dinamis dan dapat berubah.

Survei IPO dilakukan pada 27 Juli–3 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.200 responden. Sampel dipilih menggunakan metode stratified multistage random sampling (SMRS), dengan margin of error 2,90 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top