Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta jajarannya menertibkan pengatur lalu lintas ilegal atau yang biasa disebut “Pak Ogah” di sejumlah ruas jalan Jakarta. Menurutnya, keberadaan Pak Ogah justru dapat membuat arus lalu lintas semakin semrawut.
Pramono mencontohkan kondisi di Jalan HR Rasuna Said yang dinilainya menjadi lebih lancar setelah keberadaan Pak Ogah ditertibkan.
“Di jalan Rasuna Said ada Pak Ogah. Nggak boleh ada Pak Ogah. Kenapa? Yang namanya Pak Ogah itu akan mendapatkan uang kalau ada yang macet. Begitu Pak Ogah-nya nggak ada, sekarang Rasuna Said-nya menjadi lancar,” kata Pramono melalui media sosialnya.
Ia meminta seluruh jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta lebih proaktif dalam melakukan penertiban. Pramono juga menegaskan dirinya akan memberikan dukungan kepada petugas dalam mengambil langkah untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Saya meminta kepada seluruh jajaran perangkat daerah, kita harus lebih proaktif. Saya sebagai Gubernur pasti akan men-support, mem-back up saudara-saudara sekalian dalam mengambil keputusan,” ujarnya.
Sebelumnya, Pramono juga meminta Dinas Perhubungan DKI Jakarta bersinergi dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya untuk menertibkan Pak Ogah di sepanjang jalan protokol.
Penertiban tersebut dinilai penting untuk menciptakan ketertiban berlalu lintas sekaligus mendukung transformasi Jakarta sebagai kota global yang lebih berkelanjutan.
Menurut Pramono, pengelolaan dan pengaturan lalu lintas seharusnya dilakukan oleh instansi resmi. Karena itu, ia ingin Dishub DKI dan Polda Metro Jaya memperkuat koordinasi dalam mengatur lalu lintas di Jakarta.
“Karena saya kepingin Jakarta menjadi lebih rapi, semuanya ditangani oleh Dinas Perhubungan dan juga tentunya dengan Polda Metro Jaya untuk lalu lintasnya,” kata Pramono.
Ia berharap penertiban tersebut dapat membuat Jakarta menjadi kota yang lebih nyaman, aman, dan tertib bagi masyarakat.


