Penyelenggaraan acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Kalimantan mendapat sorotan publik. Acara tersebut digelar ketika kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah Kalimantan.
Kemeriahan acara yang bahkan disiarkan secara langsung oleh CNN Indonesia dinilai sejumlah pengguna media sosial tidak mencerminkan kondisi masyarakat yang tengah menghadapi dampak karhutla.
Salah satu kritik datang dari akun Threads @ahmadbunayya_13. Ia mempertanyakan penyelenggaraan acara penghargaan tersebut di tengah situasi kebakaran yang masih berlangsung.
“UDAH GILA PEMERINTAH KALIMANTAN? rakyat lagi marah semua, lagi ada bencana kebakaran hutan di sana, bisa bisanya buat acara ‘APRESIASI PEMERINTAH DAERAH BERPRESTASI 2026’ dan disiarin LIVE di CNN,” tulisnya.
Unggahan tersebut mendapat banyak respons dari pengguna Threads lainnya. Sejumlah akun turut mempertanyakan relevansi acara tersebut dengan kondisi di lapangan.
Ada pula yang mengaitkan situasi tersebut dengan agenda Presiden Prabowo yang sedang berada di Rusia.
“Anjayy presidennya ke Rusia, bawahannya bikin acara awards, rakyatnya megap2 dibawah, sakitt dah ni negara,” tulis akun @wimanf6.
Kritik lain mempertanyakan ukuran prestasi kepala daerah di tengah persoalan karhutla. Akun @fnzz.alx menyoroti keberanian kepala daerah dalam menghadapi persoalan lingkungan dan perusahaan yang disebut berkaitan dengan kebakaran hutan.
“Kepala daerah berprestasi? Coba cek kepala daerah di Kalimantan yang berani melawan perusahaan sawit yang membakar hutan. Ada? Jelas tidak,” tulisnya.
Ramainya kritik tersebut menunjukkan adanya ketidakpuasan sebagian masyarakat terhadap penyelenggaraan acara seremonial di tengah bencana.
Bagi sejumlah netizen, pemerintah seharusnya lebih memprioritaskan penanganan karhutla, termasuk mempercepat respons terhadap masyarakat dan wilayah yang terdampak.
Di sisi lain, sorotan publik juga menjadi pengingat bahwa setiap kegiatan pemerintah dapat dinilai dari konteks dan momentum penyelenggaraannya, terutama ketika masyarakat sedang menghadapi bencana.


