Pendidikan

URI Didirikan Mendadak Jadi Sorotan, Ini Tanggapan Rocky Gerung

Universitas Republik Indonesia (URI) yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada akhir Juli 2026 terus menjadi perbincangan. Sejumlah akademisi dan pakar hukum sebelumnya mempertanyakan proses pembentukan perguruan tinggi tersebut. Namun, pengamat politik Rocky Gerung memiliki sudut pandang yang berbeda.

Dalam podcast Hendri Satrio Official yang tayang pada 31 Juli 2026, Rocky menyebut polemik mengenai URI bukanlah persoalan utama. Ia menilai keberadaan sebuah universitas hanyalah model atau instrumen, sedangkan tujuan yang lebih penting adalah bagaimana negara mampu mewujudkan amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Rocky mengatakan pemerintah mengadopsi konsep yang terinspirasi dari sistem pendidikan aparatur sipil di Prancis. Namun, ia menyoroti bahwa sistem tersebut telah mengalami reformasi di negara asalnya. Karena itu, ia mempertanyakan alasan pemerintah memilih konsep serupa tanpa lebih dahulu menjelaskan tujuan, konsep, dan relevansinya dengan kebutuhan Indonesia.

Menurut Rocky, persoalan utama bukan terletak pada nama ataupun pendirian URI, melainkan pada minimnya penjelasan mengenai konsep, desain, dan arah kebijakan yang ingin dibangun. Ia menilai kritik yang muncul terhadap Presiden Prabowo lebih disebabkan oleh belum adanya penjelasan yang utuh dari pejabat pemerintah maupun kementerian terkait mengenai filosofi dan tujuan pendirian URI.

Rocky berpendapat, apabila konsep tersebut sejak awal dipaparkan secara terbuka beserta landasan akademiknya, ruang diskusi publik akan lebih substantif dan tidak hanya berfokus pada polemik proses pembentukannya.

Sementara itu, pemerintah sebelumnya menyatakan tetap membuka ruang bagi akademisi dan masyarakat untuk memberikan masukan terhadap pengembangan URI.

Menurut Anda, apakah pemerintah perlu menjelaskan konsep dan tujuan sebuah kebijakan strategis terlebih dahulu sebelum kebijakan tersebut diluncurkan kepada publik?