Warga Malaysia Sindir Soal Karhutla, Sejumlah Tanggapan WNI Jadi Sorotan

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia tidak hanya dirasakan masyarakat di dalam negeri. Dampaknya juga dapat terasa hingga sejumlah wilayah negara tetangga.

Di tengah kondisi tersebut, sebuah unggahan dari akun yang diduga merupakan warga Malaysia menjadi perhatian di media sosial. Akun @_exgil mengunggah tulisan bernada sindiran disertai dua gambar yang memperlihatkan perbandingan kondisi sebelum dan sesudah terdampak karhutla.

“Nasib Malaysia berjiran dengan IQ monyet,” tulis akun tersebut.

View on Threads

Unggahan itu kemudian mendapat beragam respons dari pengguna media sosial asal Indonesia. Sejumlah tanggapan WNI justru ikut menjadi sorotan karena menanggapi sindiran tersebut dengan nada serupa maupun mencoba menjelaskan kondisi yang terjadi.

Salah satunya datang dari akun @kaizhafir yang menanggapi dampak asap yang dirasakan langsung masyarakat Indonesia.

“Luh semua beruntung cuman tetangga an lah, gw di dalemnya,” tulisnya.

Sementara itu, akun @bagasfm menilai persoalan karhutla dan dampaknya tidak seharusnya diarahkan kepada masyarakat Indonesia. Menurutnya, masyarakat justru turut menjadi pihak yang terdampak.

“Yang monyet pemerintahnya kak, kalo aku sih lebih ke tupai ya,” ujar Bagas.

Tanggapan lain datang dari akun @bayuhilawan yang meminta agar masyarakat Indonesia tidak ikut disalahkan atas kondisi tersebut. Ia mengatakan masyarakat Indonesia juga menghadapi dampak karhutla dan banyak yang mengeluhkan persoalan yang sama.

“If you’re comparing our government with apes — low IQ, we agreed, no doubt. But, our civilian are in the same situation. Please forgive us, but please don’t mock to our civilian,” tulisnya.

Percakapan tersebut menggambarkan bagaimana isu karhutla tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga memicu perdebatan di media sosial antara pengguna dari Indonesia dan negara tetangga.

Di sisi lain, dampak asap dan kebakaran tetap menjadi persoalan yang dirasakan masyarakat. Sejumlah warga Indonesia yang berada di wilayah terdampak juga terus membagikan kondisi udara dan aktivitas mereka melalui media sosial.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top