Beasiswa Santri Baznas 2026 Dibuka, Kuota 2.500 Penerima, Ini Cara Daftarnya

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) membuka pendaftaran Beasiswa Santri Baznas 2026. Tahun ini, program tersebut menyediakan kuota bagi 2.500 santri berprestasi dari keluarga duafa yang sedang menempuh pendidikan kelas 12 Madrasah Aliyah (MA) atau sederajat.

Selain mendapatkan bantuan pendidikan sebesar Rp4 juta untuk setiap penerima, peserta juga akan mendapatkan dukungan persiapan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri (PTN).

Untuk mengikuti program ini, calon peserta wajib merupakan Warga Negara Indonesia dan berstatus sebagai santri dari pesantren yang telah terdaftar di Kementerian Agama. Pesantren tersebut harus memiliki Nomor Statistik Pesantren (NSP/NSPP).

Peserta juga harus merupakan siswa aktif kelas 12 MA atau sederajat di sekolah formal, dibuktikan dengan surat keterangan aktif sekolah dan kepemilikan NISN. Santri yang mendaftar harus memiliki akhlak terpuji, wawasan dan komitmen dalam menerapkan nilai-nilai keislaman, serta mempunyai prestasi akademik dan/atau nonakademik.

Prestasi dapat dibuktikan melalui rata-rata nilai rapor, sertifikat, atau piagam penghargaan. Peserta juga harus memperoleh rekomendasi dari pimpinan pesantren.

Ada sejumlah persyaratan khusus yang harus dipenuhi. Santri yang diajukan wajib berasal dari keluarga duafa, telah mendapatkan persetujuan orang tua atau wali untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, serta tidak memiliki kewajiban mengabdi di pesantren setelah menyelesaikan pendidikan MA atau sederajat.

Peserta juga harus bersedia mengikuti seluruh rangkaian program. Jika dinyatakan lolos sebagai penerima Beasiswa Santri Baznas, peserta tidak diperkenankan menerima beasiswa lain yang serupa.

Selain persyaratan pribadi, pihak pesantren perlu menyiapkan sejumlah dokumen. Di antaranya proposal dan surat permohonan, izin operasional pesantren dari Kementerian Agama yang mencantumkan NSP/NSPP, struktur organisasi pesantren, SK pengangkatan pimpinan, KTP pimpinan, buku rekening pesantren, sertifikat NPSN, sertifikat akreditasi sekolah, surat keterangan aktif sekolah, surat keterangan tidak memiliki kewajiban mengabdi, serta dokumentasi bangunan pesantren.

Pesantren juga harus mengisi Data Terpadu Santri (DTS) yang memuat data individu santri, sekolah, dan hasil seleksi internal. Selain itu, peserta perlu menyiapkan Motivation Letter Santri (MLS) yang berisi motivasi melanjutkan pendidikan, kampus tujuan, serta kontribusi sosial yang pernah dilakukan.

Dokumen lainnya meliputi strategi pelaksanaan program, data lulusan tiga tahun terakhir, rencana anggaran biaya (RAB), serta mekanisme pendampingan bagi santri kelas 12.

Pendaftaran Beasiswa Santri Baznas 2026 dibuka mulai 1-14 September 2026. Setelah pendaftaran ditutup, proses seleksi administrasi berlangsung pada 15-30 September, kemudian dilanjutkan seleksi substansi pada 1-10 Oktober.

Pengumuman Surat Keputusan (SK) kelulusan dijadwalkan pada 17 Oktober 2026, sedangkan proses daftar ulang berlangsung 17-21 Oktober 2026.

Seleksi program ini menggunakan sistem gugur. Artinya, peserta yang tidak lolos pada salah satu tahapan tidak dapat melanjutkan ke tahap berikutnya.

Format dokumen yang diperlukan dalam pendaftaran dapat diunduh melalui tautan resmi Baznas di bazn.as/FormatBSB2026. Calon peserta juga disarankan memastikan seluruh persyaratan dan dokumen telah lengkap sebelum masa pendaftaran berakhir.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top