Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami erupsi pada Jumat (11/9/2026) dini hari. Erupsi tersebut memuntahkan kolom abu vulkanik yang mencapai sekitar 600 meter di atas puncak gunung.
Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat erupsi terjadi pada pukul 02.21 WITA. Aktivitas tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan berlangsung sekitar 1 menit 34 detik.
“Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah barat,” tulis Badan Geologi melalui akun Threads, Jumat.
Selain memuntahkan abu, erupsi juga disertai dentuman kuat. Getaran akibat aktivitas tersebut dilaporkan terasa pada bangunan di sekitar pos pemantauan.
“Dentuman kuat masih menyertai aktivitas erupsi dan menimbulkan getaran yang terasa di bangunan sekitar pos,” tulis Badan Geologi.
Arah kolom abu yang condong ke barat menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan karena material vulkanik dapat terbawa angin ke wilayah di sekitarnya.
Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas Gunung Ili Lewotolok. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan aktivitas dan mengantisipasi potensi dampaknya.
Masyarakat di sekitar gunung diimbau mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi dan PVMBG serta tidak mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Erupsi kali ini berlangsung sekitar 94 detik. Selain kolom abu setinggi 600 meter, suara dentuman dan getaran yang terasa di sekitar pos menunjukkan aktivitas vulkanik masih perlu terus dipantau.
Apabila abu vulkanik mencapai permukiman, masyarakat perlu memperhatikan kondisi udara dan menggunakan perlindungan yang sesuai untuk mengurangi paparan abu.


