Kepala BGN Ungkap Guru Punya Peran Vital dalam Menjaga Kualitas MBG

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan guru memiliki peran penting dalam menjaga keamanan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah makanan tiba di sekolah. Guru diminta ikut memeriksa kondisi makanan sebelum dikonsumsi peserta didik dan segera mengembalikannya apabila ditemukan tanda-tanda tidak layak.

Hal tersebut disampaikan Sudaryono dalam Webinar Literasi Gizi dan Keamanan Pangan bagi Guru dalam Mendukung Program MBG, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, keamanan pangan harus diperhatikan dalam setiap tahapan MBG, termasuk setelah makanan dikirim dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan tiba di sekolah.

Guru diharapkan melakukan pemeriksaan organoleptik sederhana dengan memperhatikan kondisi makanan melalui tampilan, bau maupun kondisi lain yang dapat menunjukkan makanan sudah tidak layak dikonsumsi.

Sudaryono menegaskan apabila satu bagian menu menunjukkan tanda bermasalah, siswa maupun guru tidak boleh hanya membuang bagian tersebut dan mengonsumsi makanan lainnya.

“Kalau ditemukan tidak layak, misalnya ada lauk, ada sayur, ada buah, ada nasi, misalnya yang bau hanya sayurnya, harus tidak dikonsumsi semuanya,” tegas Sudaryono dalam siaran pers BGN.

Seluruh makanan tersebut wajib dikembalikan kepada SPPG untuk diperiksa lebih lanjut.

“Bagaimana kalau ditemukan tidak layak, wajib hukumnya tidak dikonsumsi dan dikembalikan kepada dapur SPPG. Kemudian nanti kami akan lakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah makanan yang berpotensi bermasalah dikonsumsi siswa. BGN menekankan bahwa aspek gizi saja tidak cukup karena makanan yang diberikan kepada peserta didik terlebih dahulu harus dipastikan aman.

BGN juga menyatakan akan mengambil tindakan tegas terhadap SPPG apabila ditemukan kelalaian yang berdampak terhadap keamanan makanan.

Selain melakukan pemeriksaan, guru kini memiliki saluran khusus untuk menyampaikan keluhan, kritik, masukan ataupun temuan terkait pelaksanaan MBG.

Laporan dapat disampaikan melalui saluran_gurupicMBG@bgn.go.id.

Menurut Sudaryono, keterlibatan guru menjadi penting karena mereka berada langsung di sekolah dan mendampingi peserta didik ketika MBG diterima hingga dikonsumsi.

Dengan pengawasan berlapis dari dapur hingga sekolah, BGN berharap potensi masalah keamanan pangan dapat diketahui lebih cepat sebelum makanan dikonsumsi siswa.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top