MSCI Coret 10 Saham RI, GOTO & Bukalapak Termasuk, IHSG Tertekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak tertekan pada perdagangan Kamis (13/8/2026), seiring pasar merespons hasil August Index Review 2026 yang diumumkan MSCI. Sebanyak 10 saham Indonesia secara efektif keluar dari indeks MSCI, termasuk PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA).

Berdasarkan data perdagangan RTI, IHSG dibuka di level 6.388. Setelah sempat menyentuh level 6.390, indeks berbalik melemah. Hingga pukul 09.06 WIB, IHSG turun 18,09 poin atau 0,28 persen ke level 6.355, dengan posisi terendah sempat berada di 6.336,30.

MSCI sebelumnya mengumumkan perombakan komposisi saham Indonesia dalam August Index Review 2026.

Pada MSCI Global Standard Indexes, GOTO dan Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) dikeluarkan dan tidak ada saham Indonesia baru yang masuk.

Namun, CPIN tidak sepenuhnya terdepak dari indeks MSCI. Saham tersebut turun kelas dan masuk ke MSCI Global Small Cap Indexes.

Sementara itu, sembilan saham dikeluarkan dari MSCI Global Small Cap Indexes, yakni Bank Jago (ARTO), Bukalapak (BUKA), ESSA Industries Indonesia (ESSA), MD Entertainment (FILM), Medikaloka Hermina (HEAL), MNC Tourism Indonesia (KPIG), Raharja Energi Cepu (RATU), Semen Indonesia (SMGR), dan Transcoal Pacific (TCPI).

Dengan demikian, terdapat 11 emiten yang mengalami perubahan posisi. Namun secara efektif, 10 saham keluar dari indeks MSCI, karena CPIN hanya berpindah dari Global Standard ke Small Cap.

GOTO menjadi salah satu saham yang paling mendapat sorotan. Reuters melaporkan MSCI mengeluarkan GOTO berkaitan dengan persoalan likuiditas. Saham perusahaan tersebut telah diperdagangkan di level Rp50 sejak pertengahan Mei.

GOTO menyatakan keputusan MSCI didasarkan pada pertimbangan teknis perdagangan saham dan bukan mencerminkan fundamental maupun kinerja bisnis perusahaan. Perseroan juga menyatakan akan melanjutkan komunikasi dengan MSCI.

Perubahan komposisi tersebut akan diterapkan setelah penutupan perdagangan 31 Agustus 2026 dan efektif mulai 1 September 2026.

Meski terjadi perombakan cukup besar, MSCI tetap mempertahankan pasar modal Indonesia dalam kategori Emerging Market

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top