Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti angkat bicara mengenai polemik penetapan desil setelah seorang pengemudi becak motor sempat tercatat dalam desil 9. Menurut Amalia, kondisi tersebut terjadi karena data yang digunakan belum diperbarui.
Desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan keluarga berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola BPS. Semakin tinggi posisi desil, semakin tinggi pula tingkat kesejahteraan yang tercatat dalam sistem.
Amalia menjelaskan, setelah dilakukan pemutakhiran bersama BPS, data pengemudi becak motor tersebut berubah menjadi desil 3. Hasil terbaru itu, menurutnya, telah sesuai dengan kondisi kesejahteraan keluarga yang sebenarnya.
“Apa namanya, data itu kan dinamis. Setelah kami lakukan pemutakhiran ternyata mereka kooperatif untuk melakukan pemutakhiran didampingi dengan BPS dan terbukti setelah dimutakhirkan sesuai dengan fakta,” ujar Amalia kepada wartawan di kawasan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2026).
Ia menjelaskan, sebelumnya data tersebut belum diperbarui karena yang bersangkutan belum memasukkan informasi terbaru melalui kanal pemutakhiran yang tersedia.
“Sudah dimutakhirkan, sekarang dia ada di desil 3. Karena data belum dimutakhirkan, karena beliau belum memasukkan datanya itu ke dalam kanal pemutakhiran. Setelah dimutakhirkan, sesuai,” tambahnya.
Amalia menekankan masyarakat memiliki peran penting dalam memastikan data sosial-ekonomi tetap menggambarkan kondisi terkini. Mengingat kondisi kesejahteraan keluarga dapat berubah, pembaruan data perlu dilakukan secara berkala.
“Jadi kuncinya adalah pemutakhiran menjadi kunci supaya datanya sesuai dengan fakta yang terbaru,” pungkas Amalia.


